Pulmonary Hypertension

Tekanan darah tinggi di paru-paru disebut pulmonary hypertension (PH) atau hipertensi arteri paru (PAH). PAH adalah penyakit kronis dan mengubah hidup yang dapat menyebabkan gagal jantung kanan jika tidak ditangani (Asosiasi Hipertensi Paru, 2013).

Stanford classification | aortic dissections

Along with the DeBakey classification, the Stanford classification is used to separate aortic dissections into those that need surgical repair, and those that usually require only medical management. The Stanford classification divides dissections into:
  • type A : Involves ascending aorta or aortic arch ~ 60% ( A affect ascending aorta and arch)
  • type B : B begins beyond brachiocephalic vessels
    • involves descending aorta only ~ 40%
    • dissection commences distal to the left sub-clavian artery

ARDS | Tanda dan Gejala

American Lung Association (2013) menyebutkan beberapa tanda dan gejala ARDS meliputi:
  • Perasaan seperti kekurangan udara yang masuk dalam paru-paru
  • Nafas cepat
  • Kadar oksigen yang rendah dalam darah
  • batuk dan demam (Jika ARDS disebabkan karena pneumonia)
  • Tekanan darah rendah
  • Kebingungan
  • Ngantuk yang ekstrem

ARDS | Acute Respiratory Distress Syndrome

ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) atau Sindrom Gawat Pernafasan Akut (Sindroma Gawat Pernafasan ) bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu kumpulan gejala atau dalam istilah medis dikatakan sebagai suatu sindrom pada sistem pernapasan (American Lung Association, 2013)

ARDS merupakan suatu jenis kegagalan paru-paru dengan berbagai kelainan yang berbeda, yang menyebabkan terjadinya penumpukan cairan di paru-paru (edema paru). Sindroma ini merupakan kedaruratan medis yang dapat terjadi pada orang yang sebelumnya mempunyai paru-paru yang normal. Walaupun sering disebut sindroma gawat pernafasan akut dewasa, keadaan ini dapat juga terjadi pada anak-anak.

Sejak Perang Dunia I, beberapa pasien dengan cedera nonthoracic, pankreatitis parah, transfusi masif, sepsis, dan kondisi lain nebgakibatkan gangguan pernapasan, infiltrat paru, dan gagal napas, kadang-kadang setelah tertunda beberapa jam sampai beberapa hari.
Sebelum penelitian patogenesis dan pengobatan sindrom ini bisa dilanjutkan, maka perlu merumuskan definisi yang jelas dari sindrom. Definisi yang demikian dikembangkan pada tahun 1994 oleh the American-European Consensus Conference (AECC) pada sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS)

Istilah “pernapasan sindrom gangguan akut” digunakan bukan “sindrom gangguan pernapasan dewasa”. Karena sindrom terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. ARDS diakui sebagai bentuk yang paling parah cedera paru akut (ALI), suatu bentuk cedera alveolar difus. Para AECC didefinisikan sebagai kondisi ARDS akut ditandai dengan infiltrat paru bilateral dan hipoksemia berat karena tidak adanya bukti untuk edema paru kardiogenik.

Referensi
  1. American Lung Association. 2013. Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).Diakses melalui http://www.lung.org/lung-disease/acute-respiratory-distress-syndrome/ pada tanggal 26 April 2013.
  2. Allergy Online Clinic.
    Penanganan Terkini Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Diakses pada tanggal 26 April 2013 pada http://allergyclinic.wordpress.com/2012/05/06/penanganan-terkini-acute-respiratory-distress-syndrome-ards/